LABUHA, MalutDaily.com- Club malam (Caffe) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) semakin hari semakin tumbu subur.
Namun pemerintah daerah (Pemda) di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba diduga dengan entengnya memberikan izin bagi pengusaha Caffe malam tersebut sekan mengabaikan perda Nomor 8 dan 9 tentang Prostitusi dan Minuman Keras, yang dicetuskan oleh DPRD dan pemerintah tahun 2006.
Hal itu, walaupun sejumlah data yang dirilis oleh dinas kesehatan, kerap menyatakan lokasi (Club Malam) dalang pemicu penularan HIV/AIDS bagi warga Halmahera Selatan.
Ada puluhan caffe yang selama ini menyajikan hiburan musik, karaoke, miras berkadar alkohol rendah, wanita penghibur yang dengan terang terangan menawari tamu untuk berkencan, bahkan terkadang narkoba pun menjadi suatu yang lumrah untuk dijumpai.
Kepada Dinas Perizinan, Nasir Koda dikonfirmasi wartawan, mengaku Caffe tersebut sudah berizin baik, izin mendirikan bangunan serta izin usahanya, olehnya itu sudah bisa dioperasikan.
“Iya semua sudah berizin, baik NIB dan IMB-nya,“Jelasnya singkat.
Sementara itu, Penanggungjawab Caffe “Fortune Karaoke” yang rencananya diresmikan besok nanti, Hendrik “Ko Hin”, ditemui dilokasi,
Ko Hin mengaku, semua izin dan bentuk lainnya sudah didapatnya melalui dinas terkait. olehnya itu tidak ada masalah dalam pengelolaan nanti.
“Tanya ke dinas, semua suda saya urus, dan semua suda selesai izinya,”Terangnya.
Namun ia mengaku, izin tersebut hanya sebatas izin karoke keluarga, hanya saja dirinya tetap mempekerjakan pemandu lagu “leadis” sebagai jasa untuk menerima tamu.
“Saya tetap pakai pemandu lagu dari luar, mungkin dari Manado atau Jawa,”Ujarnya.
Meski begitu, Pihaknya berani membuka tempat hiburan malam tersebut lantaran sudah menerima konsekwensi dari semuanya.
“Awalnya club ini rencana dibuka Pemda, namun ada kendala sedikit sehingga dibatalkan,”Terangnya.
Sekedar diketahui, Caffe di Halmahera Selatan hanya kurang lebih, empat Caffe yakni Bungalouw, Incana dan Rama Karoke serta Buana Lippu, yang rata-rata memiliki izin karoke keluarga.
Kemudian berjalnya waktu, Caffe malam mulai tumbuh subur, menyusul Caffe bunga louw 2 dan 3 serta Incana 2, Modiv yang terbaru Fortune Karoke, yang rencananya diresmikan besok malam oleh.
Padahal di ketahui, Caffe yang beroperasi di Halmahera Selatan semuanya memiliki izin karoke keluarga lantaran perda nomor 8 dan 9 tentang prostitusi dan minuman keras Masi berlaku sejak disahkan oleh DPRD pada tahun 2016.(*)





