LABUHA, MD– Sejumlah Mega proyek pekerjaan ratusan miliar yang digagas oleh Almarhum Bupati Usman Sidik terpaksa terhenti di erah Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba.
Proyek yang digadang-gadang akan menjadi icon Ibu Kota Labuha, kabupaten Halmahera Selatan itu, hingga saat ini pekerjaannya masih terbilang seakan tidak ada lagi progres pekerjaannya.
Melalui, hasil penelusuran Media ini ditemukan, mulai diri proyek RSP Pulau makian, yang menelan anggaran Rp. 44 miliar, hingga pembagunan zona ekonomi desa Mandaong-Tembal, Pasaran Babang, Pelabuhan Semut Desa Tuokona, hingga penambahan dua jalur jalan dan jembatan dengan anggaran fantastis mencapai Rp. 300 miliar lebih tak kunjung di tuntaskan.
Pasalnya hingga saat ini proyek tersebut terkesan jalan di tempat. Bahkan, belum juga dituntaskan, entah sampai kapan.
“Karya almarhum sangat bagus, namun saat ini terkesan jalan di tempat, bahkan pekerjaan tersebut terkesan tidak berjalan sesuai apa yang direncanakan,”Sebut salah satu loyalis Almarhum. Bupati Usman saat berbincang-bincang dengan wartawan, Rabu (21/8/2024) siang tadi.
Ia mengaku, Kasihan dengan kebijakan yang diambil oleh Bupati saat ini, dimana sejumlah pekerjaan yang sudah dirancang dengan ratusan miliar tersebut, harus terbengkalai lantaran tidak lagi pengawasan yang ketat oleh Bupati saat ini.
“Mega proyek ini kalau jadi, sudah pasti bagus, karena akan menjadi wajah kota yang sesungguhnya,” Ujarnya.
Sementara itu, Salah satu pengawas pekerjaan Mega proyek tersebut, ditemui wartawan di lokasi mengaku akan menuntaskan pekerjaan tersebut karena ini merupakan bentuk komitmen dan tanggungjawab bersama.
“Pastinya kami selesaikan, mau berapa lama waktunya, karena ini tanggungjawab kami selaku pekerja,”Ujarnya singkat.
Sementara itu, Kadis Perkim, Fadli, dua kali di sambangi di Kantornya tak berada di tempat, dengan alasan tidak masuk kantor.
“Pak kadis belum ada, entah masuk kantor lagi atau tidak,”Kata sala satu staf saat ditemui wartawan menanyakan kepala dinas.
Namun upaya konfirmasi wartawan, baik SMS dan tlp, belum juga direspon hingga berita ini diturunkan. (Mr/red)





