LABUHA, MD.com- Beredar video pembagian beras di Desa Talimau, Kecamatan Kayoa memasuki Minggu tenang pencoblosan pilkada 27 November 2024.
Pembagian beras kemasan 25 kilo gram kepada masyarakat itu berlangsung di Kantor Desa Talimau, Minggu (24/11) pagi. Pembagian beras oleh oknum kades Khatab M. Sanaki juga melibatkan seluruh kaur Desa.
Hal ini dibenarkan salah satu warga desa Talimau kepada redaksi MalutDaily.com Minggu, (24/11/2024)
Sumber itu mengatakan, beras yang dibagi kepada masyarakat bersumber dari Anggaran Dana Desa (DD) tambahan senilai Rp 120 juta.
Bahkan kata dia, tambahan DD ratusan juta tersebut tidak pernah diumumkan kepada masyarakat atau melalui musyawarah Desa (Musdes)
“Jadi anggaran 120 juta itu digunakan belanja beras tanpa sepengetahuan masyarakat. Kemudian beras tersebut disimpan di kantor desa,”Ujarnya.
Keberadaan beras tersebut kata dia, pernah disampaikan kepada kepala desa dan BPD agar dibagi usai pilkada 27 November 2024, namun tidak diindahkan.
“Saya sudah sampaikan kepada kades dan BPD jangan dibagi sekarang, karena harus mematuhi surat edaran Mendagri nomor 800.1.12./4/581/SJ tentang penundaan penyaluran bantuan sosial tetapi tak diindahkan,”Jelasnya.
Sehingga bagi dia, pembagian beras di masa tenang pilkada diduga kuat ada unsur kepentingan politik calon pupati petahana nomor urut 3, Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin.
“Ada unsur kepentingan politik, karena dibagi di masa tenang yang dilakukan perangkat desa,”Tandasnya. (red)





