LABUHA, MalutDaily.com – Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mulai menerjunkan tim ke lokasi untuk mengidentifikasi kerusakan akibat bencana banjir dan abrasi pantai di sejumlah Desa.
Sementara kedatangan tim BPBD di lokasi Abrasi pantai di tiga desa Kecamatan kayoa di dampingi langsung Kepala desa (Kades) Orimakurunga Rusdi Hi Sidik.
Kepala BPBD Halsel, Hi. Aswin Adam menyatakan, intensitas curah hujan yang tinggi kemudian gelombang air laut disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir, banyak laporan dari Kepala Desa (Kades) dan warga jika terjadi banjir dan abrasi pantai.
Olehnya itu, BPBD siap menerjunkan tim untuk melakukan pendataan jumlah kerusakan akibat bencana abrasi pantai dan banjir.
”Saat ini tim sudah turun melakukan pendataan di tiga desa yakni Desa Orimakurunga Kecamatan Kayoa Selatan, Desa Talimau dan Tawabi Kecamatan Kayoa,”Ungkap, Aswin ketika dikonfirmasi, Senin (16/12/2024).
Mantan Kepala BPKAD Halsel ini menjelaskan, untuk anggaran penaganan bencana belum bisa dipastikan, karena tim masih berada di lapangan untuk menghitung tingkat kerusakan.
Ia menambahkan, Jika semua data sudah dikumpulakan barulah dilakukan perhitungan anggaran perbaikan kerusakan akibat terjadi bencana alam.
”Jadi besaran anggaran tergantung tingkat kerusakan akibat bencana alam. Jadi kita tunggu laporan dari tim,”Jelasnya.
Aswin mengaku, anggaran penaganan bencana bukan saja melekat di BPBD Halsel, namun ada juga di beberapa instansi terkait, seperti Dinas PUPR dan Dinas Perkim.
”Misalnya kerusakan parah akibat bencana, maka anggarannya bisa masuk di pos anggaran tanggap darurat, jika kerusakan yang terjadi akibat bencana kemudian pos anggarannya melekat di dinas PUPR, maka dinas PUPR yang melakukan pekerjaan dengan melanisme proses tender,”Pungkasnya. (Ais)





