• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Fakta Sulteng
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Malut Daily
No Result
View All Result
Home Terkini

Maluku Utara Lumbung Ikan, UMKM Perikanan “MERANA” di Tengah Eforia Industrialisasi Tambang IWIP

Malut Daily by Malut Daily
7 Juli 2025
in Terkini
0
Foto Istimewa: (Hamka Karepesina, S.Pi., M.Si)

Foto Istimewa: (Hamka Karepesina, S.Pi., M.Si)

0
SHARES
84
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh: Hamka Karepesina, S.Pi., M.Si (Ketua DPD HNSI Maluku Utara & Direktur NetraNusa Maluku Utara)

Maluku Utara dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi sumber daya ikan yang melimpah. Bahkan, provinsi ini dijuluki sebagai “Lumbung Ikan” di kawasan timur Indonesia. Namun, ironisnya, di tengah gegap gempita industrialisasi pertambangan yang dipelopori oleh Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), nasib UMKM sektor perikanan justru kian terpinggirkan dan merana.

Pasokan kebutuhan konsumsi ikan di area industri IWIP yang mencapai 500 hingga 700 ton per bulan seharusnya menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM perikanan lokal. Sayangnya, realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Pasar yang semestinya menjadi tumpuan penghidupan nelayan dan UMKM lokal, justru perlahan-lahan digerus oleh skema kerjasama yang tidak berpihak kepada mereka.

Salah satu biang kerok dari memburuknya kondisi UMKM perikanan di Maluku Utara adalah kebijakan sepihak PT Cahaya Pangan Makmur (CPM), subkontraktor penyedia kebutuhan pangan di wilayah tambang IWIP. Harga ikan yang ditawarkan PT CPM kerap kali tidak masuk akal dan tidak sebanding dengan biaya operasional nelayan. Akibatnya, banyak UMKM, termasuk koperasi nelayan, tidak mampu lagi memasok ikan ke PT CPM, bahkan beberapa sudah hampir tiga bulan tanpa pengiriman.

Yang lebih mengkhawatirkan, indikasi pasokan ikan ke area tambang yang didatangkan dari luar daerah, khususnya dari Jawa, menambah kompleksitas persoalan. Ketergantungan ini tidak hanya mematikan peluang pasar bagi nelayan lokal, tetapi juga menimbulkan ketimpangan harga dan kualitas yang merugikan produk lokal.

Situasi ini memunculkan satu pertanyaan besar: Di mana keberpihakan terhadap UMKM perikanan Maluku Utara?

Alih-alih menjadi mitra utama dalam mendukung rantai pasok industri tambang, pelaku UMKM lokal justru didorong ke pinggiran oleh sistem dan kebijakan yang tidak adil. Ketimpangan ini memperlihatkan kurangnya regulasi yang berpihak kepada pelaku usaha mikro di sektor kelautan dan perikanan.

Harus diakui, kebutuhan industri terhadap ikan bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal jika dikelola secara inklusif dan berkeadilan. Dalam konteks ini, penting bagi Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Djoanda Laos, yang memiliki jejaring kuat di pemerintahan pusat, untuk mengambil langkah konkret. Pemerintah daerah perlu mendorong kebijakan afirmatif, termasuk penguatan regulasi harga ikan, akses pasar, serta pelatihan dan teknologi untuk peningkatan kualitas produk UMKM.

UMKM perikanan saat ini membutuhkan lebih dari sekadar janji. Mereka butuh kebijakan yang nyata, dukungan teknis, dan jaminan pasar yang adil. Pemerintah Maluku Utara bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM).

Previous Post

Diduga APMS Larombati Jual BBM Subsidi di Atas HET, Warga Sebut Ada Penimbunan BBM

Next Post

Mangkir dari Penarikan Pemkab Morotai, Mudafar A.R. Tolongara Terancam di Sanksi

TERPOPULER

  • Pernikahan Dua Sesama Lato-Lato Heboh di Media Sosial

    Pernikahan Dua Sesama Lato-Lato Heboh di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Pekerja Tenaga Suriya Di Pulau Makian Tersengat Listrik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Mesum Kades Desa Baru Kecamatan Obi Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapus Pulau Makian Diduga Berlaga “Bupati Halsel”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bassam Kasuba Terancam Kena Sanksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rugikan Uang Negara Ratusan Juta, Politisi PDIP Minta Polres Tangkap Kadis dan Rekanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPU Halmahera Selatan Tetapkan 30 Anggota DPRD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPU Halmahera Selatan Diduga Meloloskan Tim Sukses Partai Golkar Jadi PPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSP Makian Yang Digagas Mendiang Bupati Usman Sidik Senilai Rp44 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Caffe Malam “Tumbuh Subur” di Kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
MalutDaily

MalutDaily.com adalah sumber informasi yang dapat dipercaya untuk memuaskan rasa ingin tahu Anda tentang segala hal terkait Maluku Utara.

Follow Us

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2024 MalutDaily.com - Bukan Sekadar Berita Biasa

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home (Jangan di Hapus)
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2024 MalutDaily.com - Bukan Sekadar Berita Biasa