HALSEL, MalutDaily.com– Dugaan instruksi Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) M Zaky Abdul Wahab mulai terbongkar.
Pasalnya, pesan berantai melalui sebuah grup WhatsApp resmi para kepala desa menunjukkan adanya instruksi Kepala segera melakukan perubahan APBDes usai pelaksanaan retret di Jatinangor Bandung Jawa Barat.
Dalam instruksi tersebut nampak M Zaki Abdul Wahab memerintahkan agar setiap desa mempercepat perubahan APBDes sebelum proses pencairan gaji bulan November.
“Segera, yang belum lakukan APBDes perubahan lakukan, sebelum pencairan gaji bulan November. Penting itu,” tulis Zaki dalam percakapan tersebut, Jumat (31/10/2025)
Instruksi tersebut telah memantik sorotan publik, karena dugaan bertepatan kegiatan retret yang disebut akan diikuti oleh 249 kepala desa dan 30 camat di seluruh wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.
Menanggapi instruksi tersebut, Koordinator Aksi Front Anti Korupsi (FAK) Maluku Utara, Wahyudi M. Jen, menilai instruksi Kadis DPMD dalam grup WhatsApp itu bukan sekadar perintah teknis, melainkan indikasi kuat adanya upaya menutupi penggunaan anggaran desa yang sudah terpakai untuk kegiatan non-prioritas, termasuk retret.
“Instruksi Kadis DPMD M Zaky Abdul Wahab itu bentuk kepanikan. Tudingan publik terhadap dirinya dan Ketua APDESI Abdul Aziz bukan tanpa dasar. Kebijakan pemakaian sejumlah item kegiatan di desa untuk membiayai retret adalah fakta yang sengaja ditutupi lewat perubahan APBDes,” katanya.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bentuk penyimpangan yang tidak hanya menabrak aturan pengelolaan keuangan desa, tapi juga mencerminkan manipulasi sistematis yang dilakukan secara berjamaah.
“Ini bukti nyata bahwa sebagian kepala desa telah memakai anggaran di luar peruntukan, lalu berusaha menutupinya lewat APBDes perubahan tanpa musyawarah dengan masyarakat. Itu pelanggaran serius,” tandanya. (tim/red)





