• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Fakta Sulteng
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Malut Daily
No Result
View All Result
Home Daerah

Diduga Permintaan Kades, Police Line Tambang Anggai Dibuka Polisi Meski Masih Sengketa

Malut Daily by Malut Daily
27 Januari 2026
in Daerah, Hukrim, Nasional, Opini, Pemerintahan, Pendidikan, Peristiwa, Politik, Terkini
0
Foto Istimewa: (Ilustrasi)

Foto Istimewa: (Ilustrasi)

0
SHARES
44
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

HALSEL, MD.com – Seorang pengusaha tromol, Leonardo Khan, mengaku kecewa terhadap tindakan dua anggota Polsek Obi yang diduga membuka garis polisi (police line) di lokasi tambang rakyat Desa Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Padahal, sengketa lahan di lokasi tambang tersebut hingga kini belum tuntas

Peristiwa itu terjadi ketika dua anggota polisi bernama Junet dan Angga mendatanginya dan menyampaikan bahwa police line akan dibuka. Sontak Leonardo pun mempertanyakan atas keputusan tersebut karena persoalan hukum belum selesai.

“Mereka bilang pita kuning mau dibuka. Saya sampaikan bahwa masalahnya belum selesai, lalu kenapa harus dibuka,” ujar Leonardo kepada wartawan, Selasa (27/1).

Saat ditanya alasan pembukaan police line, lanjut Leonardo, kedua anggota polisi itu menyebut adanya permohonan dari Kepala Desa Anggai. Ia menilai alasan tersebut tidak berdasar dan berpotensi sangat merugikannya.

“Saya bilang, kalau hanya karena permohonan kades lalu dibuka, itu sama saja memberi akses kepada kades untuk menguasai dan mencuri barang saya,” katanya.

Leonardo mengaku keberatan dan menilai tindakan tersebut tidak tepat. Ia bahkan diarahkan untuk menempuh jalur gugatan ke pengadilan jika merasa dirugikan.

“Polisi bilang kalau tidak puas, silakan gugat di pengadilan. Dari situ saya menyimpulkan ada pembiaran, bahkan seperti adanya pembekapan,” ujarnya.

Ia menegaskan melepas police line berpotensi membuat kepala desa menguasai seluruh lubang tambang yang tengah disengketakan.

“Kesimpulan saya, mereka dibekap. Karena setelah pita kuning dibuka, kades bisa menguasai semua lubang tambang,” tegas Leonardo.

Leonardo juga menyebut bahwa saat ia mempertanyakan dasar perintah pembukaan police line, kedua anggota polisi tersebut mengaku hanya menjalankan perintah pimpinan, yang diduga berasal dari Kapolsek setempat.

Dalam keterangannya, Leonardo mengklaim sengketa tersebut direkayasa oleh kepala desa dengan memanfaatkan mantan istrinya. Ia menegaskan lubang tambang tersebut dibuat sejak 2005, sementara pernikahannya baru terjadi pada 2010.

“Tidak ada hak mantan istri di situ. Kades bersembunyi di balik mantan istri saya untuk menguasai lubang tambang,” ungkapnya.

Selain itu, Leonardo juga menyebut adanya pihak lain yang terlibat, termasuk oknum dari LSM Kane, Risal Sangaji, yang diduga turut menguasai lokasi tambang tersebut.

Lebih jauh, Ia menuding kepala desa telah menghasut massa hingga berujung pada aksi pengancaman terhadap dirinya. Ia mengaku mendapat intimidasi dan dipaksa untuk segera meninggalkan Desa Anggai akibat peristiwa tersebut.

“Sekitar 60 orang datang ke rumah saya, membongkar rumah, mencuri barang-barang, mengancam akan membunuh saya, dan membakar tromol saya,” tuturnya. (tim/red)

Previous Post

Kades Anggai Dipolisikan, Intimidasi Pengusaha Tromol dan Mencuri Material Emas 911 Karung

Next Post

Gerbong Kepentingan Internal Pemprov Diintai, Gubernur Serly Berhati-Hati

TERPOPULER

  • Pernikahan Dua Sesama Lato-Lato Heboh di Media Sosial

    Pernikahan Dua Sesama Lato-Lato Heboh di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Pekerja Tenaga Suriya Di Pulau Makian Tersengat Listrik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Mesum Kades Desa Baru Kecamatan Obi Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapus Pulau Makian Diduga Berlaga “Bupati Halsel”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bassam Kasuba Terancam Kena Sanksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rugikan Uang Negara Ratusan Juta, Politisi PDIP Minta Polres Tangkap Kadis dan Rekanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPU Halmahera Selatan Tetapkan 30 Anggota DPRD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPU Halmahera Selatan Diduga Meloloskan Tim Sukses Partai Golkar Jadi PPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSP Makian Yang Digagas Mendiang Bupati Usman Sidik Senilai Rp44 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Caffe Malam “Tumbuh Subur” di Kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
MalutDaily

MalutDaily.com adalah sumber informasi yang dapat dipercaya untuk memuaskan rasa ingin tahu Anda tentang segala hal terkait Maluku Utara.

Follow Us

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2024 MalutDaily.com - Bukan Sekadar Berita Biasa

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home (Jangan di Hapus)
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2024 MalutDaily.com - Bukan Sekadar Berita Biasa