• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Fakta Sulteng
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Malut Daily
No Result
View All Result
Home Daerah

Gerbong Kepentingan Internal Pemprov Diintai, Gubernur Serly Berhati-Hati

Malut Daily by Malut Daily
27 Januari 2026
in Daerah, Hukrim, Nasional, Opini, Pemerintahan, Pendidikan, Peristiwa, Politik, Terkini
0
Gubernur Maluku Utara (Sherly Djuanda Laos)

Gubernur Maluku Utara (Sherly Djuanda Laos)

0
SHARES
232
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

TERNATE, MD.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, diingatkan agar tidak terlalu mendengarkan para “pembisik” dalam pengisian dan mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut), khususnya pembisik yang berasal dari internal birokrasi sendiri.

Peringatan itu disampaikan Ketua Tim Pemenangan Sherly–Sarbin Kota Ternate, Amrin M Taher, yang menilai saat ini mulai muncul indikasi kuat adanya kubu atau gerbong kepentingan di internal Pemprov Malut, kini mulai diintai. Dan diduga terus berupaya mengatur arah penempatan jabatan strategis.

“Sudah ada kubu-kubuan di internal Pemprov. Ada satu gerbong yang sengaja mengatur jalannya pemerintahan Sherly–Sarbin. Ini harus benar-benar diwaspadai oleh Gubernur Sherly Tjoanda,” ujar Amrin, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, gerbong tersebut diduga diisi sejumlah pejabat teras Pemprov yang ingin menguasai struktur kabinet pemerintahan Sherly–Sarbin demi kepentingan tertentu.

Ia pun mengingatkan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak terlibat dalam praktik serupa.

Amrin juga mengungkapkan, isu jual beli jabatan dan praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) kini tengah menjadi perbincangan hangat di internal grup WhatsApp Tim Pemenangan Sherly–Sarbin.

Ia menilai, dugaan indikasi praktik tersebut mulai tercium dan tidak bisa lagi dianggap sepele.

“Beberapa kepala OPD diduga saling sikut untuk membangun gerbong kepentingan masing-masing. Saya tegaskan, hentikan segera semua praktik tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, jangan sampai citra pemerintahan Sherly–Sarbin yang tengah dibangun dengan semangat perubahan justru tercoreng oleh perilaku kotor segelintir elite birokrasi.

“Kami tidak akan mentolerir satu pun tindakan yang mencederai upaya pembangunan yang digaungkan Gubernur Sherly Tjoanda,” sambung Amrin.

Amrin pun menegaskan, setiap penempatan jabatan di Pemprov Malut harus murni berdasarkan kompetensi, profesionalisme, dan integritas, bukan karena tekanan atau kepentingan satu gerbong tertentu.

“Jangan karena kepentingan satu kelompok, Gubernur kemudian menuruti mereka. Ini tidak boleh terjadi,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di Maluku Utara pernah mengalami kegagalan pembangunan akibat praktik korupsi di masa lalu. Karena itu, komitmen Gubernur Sherly Tjoanda untuk membangun pemerintahan yang bersih dan profesional harus dijaga bersama.

“Gubernur berjuang sepenuh hati untuk Maluku Utara. Tidak boleh ada ‘gubernur kecil’ yang bermain di dalam pemerintahan dan beliau harus berhati-hati” ujarnya.

Bahkan, Amrin menyebut ada kepala OPD kini dijuluki “gubernur kecil”, karena diduga menguasai jalur kepemimpinan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Kami telah menelusuri dugaan kasus-kasus tersebut dan mengumpulkan bukti pendukung. Dalam waktu dekat, seluruh bukti akan kami laporkan secara resmi ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara agar diproses sesuai hukum,” tegas Amrin.

Ia menegaskan, Tim Pemenangan Sherly–Sarbin tidak bermaksud mengintervensi jalannya pemerintahan, melainkan menjalankan fungsi sebagai stakeholder yang bertanggung jawab dalam mengawal pemerintahan agar tetap berjalan di jalur yang bersih, profesional, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Ini adalah warning moral agar jajaran pimpinan OPD tidak melakukan praktik yang mencederai pemerintahan Sherly–Sarbin,” pungkasnya. (tim/red)

Previous Post

Diduga Permintaan Kades, Police Line Tambang Anggai Dibuka Polisi Meski Masih Sengketa

Next Post

Manuver Pejabat Teras Pemprov Malut Dalam Upaya Pengembalian Tunjangan DPRD Terbaca

TERPOPULER

  • Pernikahan Dua Sesama Lato-Lato Heboh di Media Sosial

    Pernikahan Dua Sesama Lato-Lato Heboh di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Pekerja Tenaga Suriya Di Pulau Makian Tersengat Listrik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Mesum Kades Desa Baru Kecamatan Obi Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapus Pulau Makian Diduga Berlaga “Bupati Halsel”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bassam Kasuba Terancam Kena Sanksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rugikan Uang Negara Ratusan Juta, Politisi PDIP Minta Polres Tangkap Kadis dan Rekanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPU Halmahera Selatan Tetapkan 30 Anggota DPRD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPU Halmahera Selatan Diduga Meloloskan Tim Sukses Partai Golkar Jadi PPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSP Makian Yang Digagas Mendiang Bupati Usman Sidik Senilai Rp44 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Caffe Malam “Tumbuh Subur” di Kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
MalutDaily

MalutDaily.com adalah sumber informasi yang dapat dipercaya untuk memuaskan rasa ingin tahu Anda tentang segala hal terkait Maluku Utara.

Follow Us

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2024 MalutDaily.com - Bukan Sekadar Berita Biasa

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home (Jangan di Hapus)
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2024 MalutDaily.com - Bukan Sekadar Berita Biasa