• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Fakta Sulteng
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Malut Daily
No Result
View All Result
Home Daerah

Hindari Sekat Identitas, Perkuat Narasi Gugus Pulau MAKAYOA

Malut Daily by Malut Daily
15 Juni 2025
in Daerah, Opini
0
Foto Istimewa: (Asmar Hi Daud Akademisi)

Foto Istimewa: (Asmar Hi Daud Akademisi)

0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh: Asmar Hi. Daud

Perjuangan untuk menghadirkan Daerah Otonom Baru (DOB) MAKAYOA bukan semata soal cita-cita pemekaran wilayah. MAKAYOA adalah jawaban atas ketimpangan pembangunan yang telah berlangsung lama di kawasan gugus pulau.

Makian, Kayoa, dan Kasiruta. Tiga kawasan ini menyimpan sejarah keterhubungan yang kuat, sekaligus berbagi nasib yang sama—wilayah yang kaya sumber daya namun terpinggirkan dari pusat-pusat kebijakan dan anggaran.

Namun di tengah geliat dan harapan akan masa depan yang lebih baik, masih saja muncul narasi-narasi yang justru melemahkan semangat bersama.

Salah satunya adalah kecenderungan menyeret identitas etnis tertentu ke dalam pusaran perdebatan. Bahkan, ada yang secara pisimis dan menggiring opini seolah-olah masyarakat suku Galela di Pulau Kasiruta menolak atau akan kontra terhadap DOB MAKAYOA. Ini adalah cara berpikir yang bias, menyederhanakan kenyataan sosial, dan berpotensi “membelah solidaritas” warga antar gugus pulau.

Kami ingin menegaskan bahawa perjuangan DOB MAKAYOA tidak boleh diseret ke dalam narasi etno-sentris.

Stop menyebut identitas atau suku tertentu dengan menggunakan logika kekhwatiran kita sendiri. Perbedaan sikap adalah hal wajar dalam demokrasi, tapi menggeneralisasi satu kelompok seolah bersikap seragam—itu keliru dan merusak.

Sebaliknya, kita harus jujur mengakui bahwa keberagaman etnis dan budaya adalah kekayaan sosial gugus pulau ini.

Di Pulau Moari, Kecamatan Kayoa Barat, ada desa-desa pesisir yang dihuni oleh saudara-saudara dari suku Galela, yang telah hidup berdampingan secara sosial dan ekonomi bersama komunitas Makian selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Pun, di Pulau Lata-Lata, masyarakat dari suku Ibu atau Loloda telah berbaur secara damai dengan warga Makian luar, membentuk simpul kehidupan yang saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain.

Karena itu, narasi DOB MAKAYOA harus dibangun dari kesadaran kolektif sebagai wilayah kepulauan yang diikat oleh geografis yang sama, sejarah yang saling terhubung, serta harapan untuk masa depan yang lebih adil.

Bukan soal siapa mayoritas dan siapa minoritas. Bukan soal siapa yang dominan dan siapa yang mengikuti. Tapi tentang wilayah-wilayah yang selama ini terabaikan dan termarjinalkan oleh pembangunan dan ingin mengambil dan menata masa depan di tangannya sendiri.

Perbedaan itu nyata, tapi jangan diperlebar. Justru dari keberagaman itu MAKAYOA menunjukkan kekhasannya.

MAKAYOA harus menjadi simbol kesetaraan dan rumah besar bagi semua entitas yang telah lama hidup dan tumbuh bersama di bawah langit gugus pulau.

Previous Post

Diduga Korupsi Dana Desa Miliaran, Warga Jeret Minta Kades Diusut

Next Post

Marabose dan Etika Maritim Orang Makean

TERPOPULER

  • Pernikahan Dua Sesama Lato-Lato Heboh di Media Sosial

    Pernikahan Dua Sesama Lato-Lato Heboh di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Pekerja Tenaga Suriya Di Pulau Makian Tersengat Listrik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Mesum Kades Desa Baru Kecamatan Obi Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapus Pulau Makian Diduga Berlaga “Bupati Halsel”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bassam Kasuba Terancam Kena Sanksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rugikan Uang Negara Ratusan Juta, Politisi PDIP Minta Polres Tangkap Kadis dan Rekanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPU Halmahera Selatan Tetapkan 30 Anggota DPRD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPU Halmahera Selatan Diduga Meloloskan Tim Sukses Partai Golkar Jadi PPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSP Makian Yang Digagas Mendiang Bupati Usman Sidik Senilai Rp44 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Caffe Malam “Tumbuh Subur” di Kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
MalutDaily

MalutDaily.com adalah sumber informasi yang dapat dipercaya untuk memuaskan rasa ingin tahu Anda tentang segala hal terkait Maluku Utara.

Follow Us

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2024 MalutDaily.com - Bukan Sekadar Berita Biasa

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home (Jangan di Hapus)
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2024 MalutDaily.com - Bukan Sekadar Berita Biasa