• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Fakta Sulteng
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Malut Daily
No Result
View All Result
Home Daerah

Makayoa, Tanah Bersama yang Tumbuh dari Sejarah

Malut Daily by Malut Daily
26 Mei 2025
in Daerah, Opini
0
Dr. Syahril Muhammad, M. Hum (Akademisi)

Dr. Syahril Muhammad, M. Hum (Akademisi)

0
SHARES
224
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh: (Dr. Syahril Muhammad, M. Hum)

(Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Maluku Utara)

Letusan Gunung Kie Besi di Pulau Makian adalah bencana alam, tapi juga titik balik sejarah. Ribuan masyarakat Makian kala itu terpaksa meninggalkan tanah kelahiran mereka. Namun perpindahan itu bukan semata-mata pengungsian; itu adalah awal dari sebuah proses pembentukan wilayah baru.

“Tempat Nilai-nilai dan Warisan Kerajaan Makean Tumbuh di Tanah Kasiruta”

Kasiruta bukan ruang kosong. Ia menjadi tujuan karena letaknya yang strategis, memiliki sumber daya pertanian, dan berada dalam orbit pengaruh Kesultanan Bacan—kesultanan yang sejarahnya berakar kuat dari Kerajaan Makean.

Maka, ketika masyarakat Makian bermukim di Kasiruta, mereka membawa serta bahasa, adat, sistem sosial, bahkan tata kelola kampung. Inilah yang kemudian membentuk jalinan budaya yang menyatu dengan masyarakat lokal dan bertahan hingga kini.

“Sejarah Panjangnya, Kesultanan Bacan Pernah Berpengaruh Hingga ke Seram dan Raja Ampat”

Wilayah-wilayah yang kini menjadi cakupan usulan Daerah Otonom Baru (DOB) Makayoa—akronim dari Makian, Kasiruta, dan Kayoa—sejatinya adalah ruang-ruang yang sejak dahulu telah terhubung secara sosial, politik, dan kultural. Mereka bukan kumpulan pulau yang terpisah, melainkan satu kesatuan historis yang tumbuh dari interaksi panjang antarbangsa lokal.

Kasiruta sendiri tidak bisa dilepaskan dari gugus Makayoa, karena ia tumbuh dari akar sejarah yang sama—akar yang menghubungkan peradaban Makian dengan ruang-ruang baru yang mereka bangun di Kayoa dan Kasiruta. Di sinilah letak kekuatan Makayoa sebagai entitas kepulauan yang terjalin bukan hanya oleh kedekatan geografis, tetapi oleh jejak sejarah yang menyatu dalam identitas bersama.

“DOB Makayoa Kepulauan Bukan Proyek Pemekaran Semata Tetapi Pengakuan Terhadap Sejarah”

Terhadap narasi yang dibangun dari bawah oleh masyarakat yang selama ini bergerak melintasi laut, menyatukan pulau-pulau dengan nilai gotong royong, persaudaraan, dan ketahanan budaya. Dalam istilah lokal, Makayoa telah lama menjadi tanah bersama—tempat lahirnya solidaritas antar pulau yang terbukti mampu bertahan bahkan di tengah keterbatasan infrastruktur dan pelayanan negara.

Dan ketika wacana pemekaran menguat, kita mesti melihat Makayoa tidak sekadar dari angka statistik atau peta administrasi. Kita harus membacanya sebagai ruang hidup yang tumbuh dari sejarah, dari perpindahan yang dipaksa oleh bencana tetapi melahirkan peradaban baru.

“Makayoa Bukan Daerah Yang Hendak Dibuat”

Makayoa telah hidup dalam kesadaran masyarakatnya sejak berabad-abad lalu. DOB Makayoa, karenanya, adalah upaya menegaskan kembali ruang sejarah itu dalam sistem pemerintahan yang lebih adil dan dekat.

Ini tentang menghadirkan negara di wilayah yang dulu menjadi pusat lalu lintas kebudayaan, tapi kini sering terpinggirkan. Ini tentang memberi nama dan pengakuan pada tanah bersama yang tumbuh dari sejarah.

Previous Post

Makayoa dan Keadilan Spasial

Next Post

Makayoa Kepulauan: Menimbang Ulang Kegagalan DOB

TERPOPULER

  • Pernikahan Dua Sesama Lato-Lato Heboh di Media Sosial

    Pernikahan Dua Sesama Lato-Lato Heboh di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Pekerja Tenaga Suriya Di Pulau Makian Tersengat Listrik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Mesum Kades Desa Baru Kecamatan Obi Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapus Pulau Makian Diduga Berlaga “Bupati Halsel”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bassam Kasuba Terancam Kena Sanksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rugikan Uang Negara Ratusan Juta, Politisi PDIP Minta Polres Tangkap Kadis dan Rekanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPU Halmahera Selatan Tetapkan 30 Anggota DPRD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPU Halmahera Selatan Diduga Meloloskan Tim Sukses Partai Golkar Jadi PPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSP Makian Yang Digagas Mendiang Bupati Usman Sidik Senilai Rp44 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Caffe Malam “Tumbuh Subur” di Kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
MalutDaily

MalutDaily.com adalah sumber informasi yang dapat dipercaya untuk memuaskan rasa ingin tahu Anda tentang segala hal terkait Maluku Utara.

Follow Us

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2024 MalutDaily.com - Bukan Sekadar Berita Biasa

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home (Jangan di Hapus)
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2024 MalutDaily.com - Bukan Sekadar Berita Biasa