LABUHA, MD.com– Terungakap salah satu perusahaa milik Kontraktor ternama di Papua hingga Maluku Utara, terkait konspirasi dibalik pemenang tender proyek masjid Raya Kabupaten Halmaher Selatan.
Konspirasi tersebut, diduga menggunakan jasa oknum Penegak Hukum (PH) untuk mengintervensi bahkan menekan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel. untuk memuluskan kepantingan perusahaan tertentu.
Perusahan tersebut yakni, CV. Tiga Putra Konstrksi (TPK) juga diketahui yang saat ini menangani proyek Multiyers (MY) di Kabupaten Halsel.
Hal tersebut dilakukan, Upaya untuk menekan Bupati Bassam Kasuba dan kepala ULP untuk memenangkan satu paket pekerjaan Mesjid Raya di Kabupaten Halmahera Selatan tahun 2024, kurang lebih 10 miliar lebih.
Informasi ini disampaikan langsung sala satu pihak ketiga (Pesaing) yang juga mengikuti proses lelang yakni, Jaib Hair.
Jaib mengaku, CV. Tiga Putra Konstrksi, mengikuti proses lelang paket pekerjaan Mesjid Raya Kabupaten Halmahera Selatan, di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, diduga menggunakan jasa oknum penegak hukum untuk mengintervensi hingga dimenangkan.
“Seharusnya kita bertarung yang fair-fair saja, jangan menunjukan kekuatan seperti, kalau mau seperti itu saya juga bisa main,” Ungkapnya baru- baru ini.
Sementara pihak ketiga dalam hal ini melalui orang kepercayaan CV. Tiga Putra Konstruksi yakni Suratman kepada media mengaku, terkait mengunakan kapasitasnya APH untuk mengintervensi pada BPBJ memuluskan kepantingan CV. Tiga Putra Konstruksi dianggap fitnah belaka.
Bahkan ia pun mengatakan, proses lelang mesjid Raya Halsel sudah ada pemenang tender dan pemenangnya adalah CV. Tiga Putra Konstruksi.
“Kami di tetapkan sebagai pemenang tender mesjid Raya Halsel, namun saat ini masih dalam tahap pembuatan kontrak,” Ungkap Oman.
Sebagai Informasi, Suratman Alias Oman saat ini di tunjuk oleh Bassam Kasuba sebagai kordinator tim pemenangan di Kecamatan Kasiruta Timur. (Ais)





