SOFIFI, TM.com– Festival Nyao Fufu yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara, kembali menyisakan masalah.
Acara Festival Nyao Fufu yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-26 Provinsi Maluku Utara, ini dibiayai melalui APBD Induk tahun anggaran 2025 sebesar Rp 400 juta.
Selain itu, juga mendapat dukungan dana dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Malut sebesar Rp 115 juta dan partisipasi dukungan dana dari masyarakat.
Kegiatan tersebut diketahui baru saja selesai di laksanakan, bahkan sukses menorehkan Rekor Muri sebagai ajang pengasapan ikan terbanyak di Indonesia.
Ironisnya, kegiatan ini yang diagung-agungkan oleh pemerintah provinsi, kini menjadi sorotan publik hingga aparat penegak hukum (APH).
Pada Jumat 10 Oktober 2025, kabar mengejutkan bahwa Plt kepala DKP Malut Fauji Momole di tegur langsung oleh Gubernur Sherly Tjoanda.
Teguran Gubernur ini lantaran, muncul berbagai kritikan masyarakat lewat media sosial, yang menilai kegiatan tersebut diduga ada unsur dugaan tindak pidana korupsi.
“Karena terjadinya kegaduhan di media sosial sehingga gubernur menegur secara langsung kepala DKP, Fauji Momole yang dianggan lalai,” kata sala seorang sumber staf DKP yang meminta namanya rahasiakan.
Ia juga mengakui, bahwa akibat masalah ini sehingga pihak Kejati Maluku Utara juga telah memanggil kepala DKP.
“Informasi yang saya dapat katanya yang bersangkutan telah di periksa oleh pihak Kejaksaan,” jelasnya.
Selain itu, gubernur juga meminta agar Inspektorat Malut segera melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan ini karena suda terlanjur heboh di kalangan masyarakat.
“Yang jelas Gubernur marah sehingga meminta pihak Inspektorat agar periksa kepala DKP, kalau tidak percaya bisa tanya langsung kepala Inspektorat,” tandasnya.
Sementara itu, kepala Inspektorat Malut, Nirwan MT. Ali, juga membenarkan bahwa untuk kegiatan tersebut saya di perintakan langsung oleh Gubernur untuk segera memeriksa kepala DKP, Fauji Momole.
Ia menjelaskan, alasan pemeriksaan ini karena kegiatan Festival Nyao Fufu tersebut bermasalah sehingga masyarakat menaruh curiga.
“Jadi saya diperintakan langsung oleh Gubernur untuk segera memeriksa kepala DKP karena di anggab gagal karena mengelola kegiatan ini”,
“Kemungkinan dalam waktu dekat ini saya akan panggil yang bersangkutan untuk di mintai klarifikasi,” ucap Nirwan. (tim/red)





