LABUHA, MD.com- Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Halmahera Selatan diduga bungkam terkait polemik dugaan praktik nepotisme dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Kamis (15/5).
Pasalnya, sejumlah nama yang diketahui merupakan pengurus partai politik hingga mantan calon anggota DPRD tetap diloloskan oleh BKPPD Halsel.
Ironisnya, Kepala BKPPD Halsel, Abdillah Kamarullah, yang dikonfirmasi terkait hal ini, memilih bungkam dan enggan memberikan keterangan resmi.
Dugaan keterlibatan Abdillah Kamarullah dalam skenario meloloskan peserta PPPK ‘titipan’ pun semakin menguat.
Bahkan, sikapnya dinilai bertentangan dengan instruksi tegas Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang menegaskan proses seleksi PPPK harus dilakukan secara bersih, transparan, dan profesional.
Praktik seperti ini, jika benar terjadi, bukan hanya mencederai prinsip keadilan, tetapi juga merusak integritas dan sistem birokrasi di Halsel.
Terlebih, sejumlah nama yang tidak memiliki riwayat sebagai pegawai tidak tetap (PTT) justru diloloskan, sementara PTT yang telah lama mengabdi tersingkir dari seleksi.
Dugaan lain menguat bahwa sejumlah peserta PPPK yang diloloskan memiliki kedekatan dengan pejabat tinggi di Halsel, bahkan disebut-sebut dekat dengan orang nomor dua di pemerintahan.
Berikut beberapa nama yang diduga bagian dari peserta ‘titipan’ dalam seleksi PPPK Halsel:
1. Suryani M. Madang – Mantan caleg PKB 2024, tanpa latar belakang PTT.
2. Karto Tuanany – Pengurus PKS Kayoa Selatan, bukan PTT namun lolos seleksi.
3. Aziz Badi – Mantan caleg PKS 2024, telah melalui tahapan tes.
4. Fikry Tuanany – Anak Kepala SMPN 12 Halsel, sebelumnya bekerja di PT IWIP namun tetap diloloskan.
5. Ayu Kamarullah – Pengurus aktif Partai NasDem, lolos seluruh tahapan seleksi.
6. Noni Kamarullah – Caleg PDIP 2024, dinyatakan lolos PPPK.
7. Kifli Murad – Mantan caleg PAN 2024, lolos seleksi PPPK.
8. Marga Kamarullah – Mantan caleg PDIP 2024, juga masuk daftar PPPK.
9. Fahrudin Umar – Pendamping desa aktif, masuk dalam daftar PPPK.
10. Rufika Wakil – Tidak pernah mengabdi di instansi pemerintahan, namun lolos PPPK.
11. Edy Tatipata – Mantan caleg DPRD Provinsi 2024 dari Partai Golkar, telah melewati tahapan seleksi.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala BKPPD Halsel, Abdillah Kamarullah, belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. (red/md)





