• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Fakta Sulteng
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Malut Daily
No Result
View All Result
Home Daerah

Kie Besi Meletus 1988: Pulau Makian Menangis

Malut Daily by Malut Daily
17 Juni 2025
in Daerah, Opini
0
Foto Istimewa: (Adhy Aphoor)

Foto Istimewa: (Adhy Aphoor)

0
SHARES
140
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh: Adhy Aphoor

“Pulau Kecil, Gunung Besar”

Pulau Makian, di Maluku Utara, mungkin tampak kecil di peta Indonesia. Namun bagi warganya, pulau itu adalah dunia.

Segalanya tumbuh dan hidup di sana kebun cengkih yang harum, tradisi adat yang mengikat, dan tentu saja, Gunung Kie Besi yang berdiri kokoh di tengah pulau. Gunung itu bukan sekadar tumpukan batu dan tanah, melainkan simbol kehidupan, pusat spiritual, dan tempat leluhur bersemayam.

Namun semua itu berubah drastis pada 23 Juli 1988, ketika “Kie Besi” memuntahkan amarahnya ke langit.

Asap, Abu, dan Air Mata

Letusan dimulai dengan desisan dan getaran. Warga desa awalnya hanya melihat kepulan asap di puncak, lalu batu-batu panas dan debu mulai turun. Hari yang mestinya cerah berubah menjadi kelam, seolah malam turun sebelum waktunya. Awan panas membakar lereng, dan suara gemuruh dari perut bumi membuat tanah seakan bergerak.

Lebih dari 15.000 jiwa harus mengungsi. Warga berlarian menuju perahu, meninggalkan rumah dan kebun. Mereka menyeberang ke Halmahera, Tidore, bahkan hingga ke Ternate. Dalam pelarian itu, mereka membawa pakaian seadanya, anak-anak dalam gendongan, dan kenangan yang tertinggal di kampung halaman.

Evakuasi besar-besaran ini menjadi salah satu momen sejarah penting di Maluku Utara bukan hanya karena skala bencananya, tetapi juga karena semangat gotong royong dan kekuatan budaya yang muncul di tengah krisis.

Kie Besi dan Kearifan Leluhur

Bagi masyarakat Makian, letusan Gunung Kie Besi bukan hanya peristiwa geologis, tetapi juga peringatan spiritual. Banyak orang tua adat meyakini bahwa gunung meletus karena manusia mulai melupakan adat, serakah terhadap alam, dan melanggar pantangan leluhur.

Setelah letusan, banyak tradisi adat diperkuat kembali. Ritual atau doa kepada gunung, dilakukan secara berkala. Masyarakat semakin berhati-hati dalam menebang hutan atau membuka lahan. Dalam pandangan mereka, gunung adalah “ayah” dan “ibu” yang bisa murka jika tidak dihormati.

Dari Abu Menjadi Akar Baru

Meski banyak warga Makian menetap di lokasi baru seperti desa transmigrasi Makian Dalam di Halmahera, sebagian memilih kembali. Mereka membangun rumah, membuka kembali kebun, dan memulihkan kehidupan secara perlahan.

Kini, Gunung Kie Besi tetap berdiri gagah, seperti sedang mengawasi. Kadang ia mengeluarkan asap kecil, seperti mengingatkan bahwa ia tidak pernah tidur sepenuhnya. Tapi warga sudah hidup berdamai dengan rasa hormat, bukan takut.

Letusan 1988 menjadi pelajaran besar. Bahwa kehidupan bisa hancur dalam sekejap, tapi juga bisa dibangun kembali dengan kesabaran, warisan budaya, dan keyakinan bahwa tanah ini akan selalu menjadi rumah.

Previous Post

Marabose dan Etika Maritim Orang Makean

Next Post

Pengurus Lama BPC HIPMI Halut Tolak Muscab HIPMI dan Dinilai Tidak Sesuai AD/ART

TERPOPULER

  • Pernikahan Dua Sesama Lato-Lato Heboh di Media Sosial

    Pernikahan Dua Sesama Lato-Lato Heboh di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Pekerja Tenaga Suriya Di Pulau Makian Tersengat Listrik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Mesum Kades Desa Baru Kecamatan Obi Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapus Pulau Makian Diduga Berlaga “Bupati Halsel”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bassam Kasuba Terancam Kena Sanksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rugikan Uang Negara Ratusan Juta, Politisi PDIP Minta Polres Tangkap Kadis dan Rekanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPU Halmahera Selatan Tetapkan 30 Anggota DPRD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPU Halmahera Selatan Diduga Meloloskan Tim Sukses Partai Golkar Jadi PPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSP Makian Yang Digagas Mendiang Bupati Usman Sidik Senilai Rp44 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Caffe Malam “Tumbuh Subur” di Kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
MalutDaily

MalutDaily.com adalah sumber informasi yang dapat dipercaya untuk memuaskan rasa ingin tahu Anda tentang segala hal terkait Maluku Utara.

Follow Us

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2024 MalutDaily.com - Bukan Sekadar Berita Biasa

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home (Jangan di Hapus)
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2024 MalutDaily.com - Bukan Sekadar Berita Biasa